Jumat, 30-07-2010
Gandeng TNI
Guna meningkatkan produktivitas Sulawesi Selatan (Sulsel), Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Diperta TPH) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI).
TNI akan diterjungkan guna mendukung pancapaian target 5,1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) 2010.
"Selain menopang pencapaian target, diharapkan kerjasama ini dapat memberikan motivasi kepada petani untuk lebih meningkatkan produktivitasnya," tutur Kabid Produksi Diperta TPH Sulsel, Ir Muh Aris MP kepada Upeks.
Dia mengungkapkan, wilayah tanam yang digunakan untuk menunjang kerjasama yakni sawah terletak di Kabupaten Luwu seluas 150 hektar. Sawah tersebut merupakan lahan tidur yang tidak pernah digarap sebelumnya warga. "Hasil produksinya pun sangat signifikan mencapai 7,1 ton GKG per hektar," ungkapnya.
Lahan tidur sengaja dijadikan sebagai lahan tanam, agar setelah panen raya areal tersebut mampu dimanfaatkan masyarakat.
Apalagi, program kerjasama Diperta dan TNI itu tidak bersifat menetap, akan tetapi dilakukan secara berkelanjutan di kabupaten lain untuk lebih memperluas wilayah tanam Sulsel.
"Sebelumnya TNI dilatih bagaimana cara budidaya dan bertanam padi yang baik sehingga mampu menjadi pilot project petani," jelasnya.
Selain itu, Diperta juga tengah menggenjot pengembangan beras organik natural yang berkualitas di beberapa kabupaten. Antara lain beras hitam (pareambo) di Toraja Utara, beras merah (parebarre) di Kabupaten Toraja, Luwu untuk pengembangan beras Sawerigading, Kabupaten Maros untuk beras merah natural serta Kabupaten Bone yang total luas tanam mencapai 150 hektar. "Yang membedakan dengan budidaya beras pada umumnya, polanya digunakan pada daerah ketinggian yang kemudian diberikan pupuk organik yang selanjutnya diolah. Sehingga hasilnya lebih berkualitas dan berpotensi ekspor," pungkasnya.

BERITA LAIN
KURS NILAI TUKAR IDR - USD
KURS NILAI TUKAR IDR - EUR


* Sumber Bank Indonesia